Poltekkes Kemenkes Banjarmasin melaksanakan kegiatan Workshop Manajemen SIM EPK Komite Etik Penelitian Kesehatan (KEPK) pada tanggal 20–22 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan Sistem Informasi Manajemen Etik Penelitian Kesehatan (SIM-EPK) serta memperkuat pemahaman terhadap standar etik penelitian kesehatan bagi pengelola dan penelaah KEPK.
Kegiatan workshop dibuka secara resmi oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Banjarmasin yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM). Dalam sambutannya disampaikan bahwa penguatan tata kelola etik penelitian menjadi bagian penting dalam menjamin mutu dan integritas penelitian kesehatan di lingkungan perguruan tinggi.
Workshop menghadirkan narasumber Handoko Riwidikdo, S.Kp. yang memberikan materi dan pendampingan teknis terkait pengelolaan SIM-EPK KEPK. Peserta mendapatkan pembelajaran secara bertahap mulai dari penyusunan protokol hingga proses telaah etik penelitian melalui sistem SIM-EPK.
Pada hari pertama, peserta memperoleh materi terkait penyusunan Protokol Standar 1 Nilai Sosial/Klinis meliputi poin C, W, X, dan Y, serta pengisian 7 Standar Etik Penelitian Kesehatan pada SIM-EPK. Selanjutnya peserta mempelajari Penyusunan Protokol Standar 2 Nilai Ilmiah dengan poin G, I, dan T, serta Penyusunan Protokol Standar 3 Pemerataan Beban dan Manfaat dengan poin H, Q, dan P.
Hari kedua difokuskan pada praktik registrasi peneliti di SIM-EPK, troubleshooting registrasi, hingga reset password peneliti. Selain itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai Penyusunan Protokol Standar 4 Risiko dan Manfaat (J, K, L, M), Standar 5 Reward (R), dan Standar 6 Penjagaan Kerahasiaan (S). Pada sesi berikutnya dibahas Penyusunan Protokol Standar 7 Informed Consent meliputi poin P, V, dan CC serta pengisian 35 butir informed consent di SIM-EPK.
Tidak hanya itu, workshop juga membahas peran dan tugas dalam SIM-EPK KEPK yang melibatkan Ketua/Wakil Ketua, Sekretaris, Penelaah, Penelaah Non Afiliasi, layperson, Konsultan Independen, hingga Sekretariatan. Peserta juga diberikan simulasi telaah exempted pada sistem SIM-EPK.
Pada hari terakhir, kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan telaah expedited, telaah perbaikan expedited, telaah fullboard, serta demonstrasi pelaksanaan fullboard dan telaah perbaikan fullboard di SIM-EPK KEPK.
Melalui workshop ini diharapkan seluruh pengelola dan anggota KEPK mampu memahami alur pengelolaan etik penelitian kesehatan secara lebih komprehensif serta dapat mengimplementasikan penggunaan SIM-EPK secara optimal dalam mendukung tata kelola penelitian yang profesional, transparan, dan berintegritas di lingkungan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin.

